Saat aku harus kembali pada-MU nanti

Saat tubuh lemah tak berdaya, tergeletak, terbujur, dalam ketakmampuan untuk berdiri ataupun berlari. Suara- suara merdu dari yang tercinta, tak terdengar bening oleh telinga. Sepi, atau bahkan sangat sepi. Nafas yang sudah mulai terengah, tak mampu menikmati wangi. Mata sayu kadang nampak terpejam, dan kembali membuka dengan pelan. Seakan indahnya dunia tidak lagi ada dalam bola matanya, remang- remang dan sesekali gelap gulita. Jantung berdetak sangat pelan, bahkan mungkin sesekali tidak berdetak. Hati menangis, menyesal karena cinta yang di punya tak sempurna untuk-NYA. Hingga dosa seakan sudah tertanam subur dalam tubuh, melekat dan enggan untuk pergi. Air yang keluar dari kedua mata yang mulai terpejam, tak mampu untuk menghapus dosa. Ihklas ibadah yang pernah terukir, terlihat tersenyum menempati sejengkal bagian dalam hati. Saat perlahan- lahan nafas mulai hilang dari paru- paru, pergi meninggalkan tubuh yang terbujur kaku. Tangisan- tangisan tak lagi terdengar, belaian- belaian tak lagi terasa nyaman. Tuhan…., hari itu pasti akan datang, waktu itu pasti akan terjadi. Meski tak pantas aku bersujud, karena diri ini terpenuhi dosa. Meski tak layak aku meminta, karena tak jarang muka ini berpaling dari keagungan-MU. Tuhan….., saat nanti Engkau kirim malaikat-MU untuk menjemput ruhku. Izinkan lidahku untuk mengucapkan indah Nama-MU, izinkan lidahku untuk bersholawat untuk kekasih-MU. Hingga aku bisa tersenyum ketika harus menemui-MU, tersenyum melihat jazadku yang tersenyum tanpa nyawa di dalamnya. Allah….., saat harus kembali pada-MU nanti, ambillah ruhku dalam khusnul khotimah.


1 Response to Saat aku harus kembali pada-MU nanti

October 25, 2007 at 5:21 PM

he..he..!!

Post a Comment