Do’a dari Rengek Sahaya

Hari ini tubuhku terasa pegal- pegal lelah, bahkan terlalu lelah. Aku merebahkan tubuhku yang tak sanggup lagi berdiri, diatas kasur yang lumayan empuk. Nafasku sudah mulai teratur, tidak seperti saat kakiku masih melangkah di bawah terik tadi. Sesaat aku hampir terlena dalam pelukan mimpi, sampai terdengar suara wanita tua. Terdengar suaranya yang sangat lemah, meminta secuil rezeki didepan pintu gerbang kosku. Aku tak perdulikan rengekan itu, dalam hatiku berkata “ toh ada temen- temen kosku yang siang ini gak tidur, mereka pasti ngasih “. Aku pun masih terlentang, dengan mata masih terpejam dan dengan nafas yang masih terdengar lelah. Tapi suara tua itu masih saja terdengar, megiringi kidung yang keluar dari kedua speaker komputerku. Membuat fikiranku berontak, jadikan hati bertarung keras dengan rayuan penghuni neraka. Tapi aku sangat lelah, dan uangku pun tinggal sedikit karena belum ada kiriman lagi dari orang tuaku. Tanganku menutup kedua telinga yang sebenarnya tidak ingin tertutup, hatiku pun aku tutup dengan keangkuhan. Sampai akhirnya aku tak tahan dengan rengek dari suara tua itu, tanganku meraih dompet yang sangat tipis. Membuka dan mengambil selembar uang, lantas aku berdiri bermaksud menghampiri suara rengek itu. Setelah aku membuka pintu kamarku, aku melihat jelas wujud dari rengekan yang dari tadi tidak berhenti meminta. Melebihi perkiraanku, wanita itu terlihat sangat tua bahkan sangat renta. Punggung yang sudah tidak kuat lagi menahan tubuhnya, mulai membungkuk. Matanya yang dalam, menatapku penuh harap. Kerut sudah mulai menutupi wajahnya, melukiskan gambaran kehidupannya. Aku melanghkahkan kaki menghampirinya, memberikan sedikit untuknya ( bahkan sangat sedikit ). Matanya sangat tajam mantapku, saat tangannya terangkat sangat pelan dan menengadah diatas tanganku. Bergetar tangan dan seluruh tubuhnya, mungkin karena umurnya yang terlalu renta. Suaranya pun bergetar saat mengucapkan “ terimakasih den, semoga aden sukses. Semoga aden selalu di lidungi Allah, dan selalu diberikan rezeki “. Aku merinding mendengar ucapannya, tergetar hatiku tersentuh ucapanya.

Bergerak tubuh nenek itu dengan sangat pelan, membalikkan tubuhnya dari pandanganku. Dan dengan sangat perlahan nenek itu melangkahkan kakinya menjauh dariku, yang masih terpaku. Sampai tak terlihat lagi tubuh rapuhnya dari pandanganku, aku melangkahkan kaki kembali kekamarku seraya berbisik “ amiin “.


1 Response to Do’a dari Rengek Sahaya

December 3, 2007 at 10:12 AM

ck..ck..ck..

yah.. mudah2an doa nenek itu terkabul.

peace, bro..!

Post a Comment