Tiga Aspek Pembangun Ketaqwaan

Sholat jum’at selalu menambah ilmu baru untuk jama’ahnya, begitu juga aku. Sholat jum’at kali ini, khotib berbicara tentang taqwa, dan aspek pembangun taqwa. Ada tiga hal atau aspek yang harus ada, supaya ketaqwaan kita benar- benar taqwa.

Islam, adalah aspek pertama yang harus terpenuhi. Tanpa Islam, ketaqwaan kita juga tentunya tidak akan ada. Dimulai dengan dua kalimat syahadat, yang di ucapkan dalam lisan dan di tanamkan dalam hati. Mendirikan sholat, yang tercremin dalam kehidupan sehari- hari. Puasa di bulan ramadhan, untuk menahan hawa nafsu. Menunaikan zakat, dengan ikhlas tanpa ada pamrih kecuali hanya balasan dari Allah. Berhaji, jika Allah memberikan rizki yang lebih untuk kita.

Iman, merupakan aspek yang kedua. Setelah kita sudah menanamkan Islam dalam diri kita, yang harus ada adalah Iman. Iman kepada Allah SWT, meyakini bahwa Allah adalah Tuhan, bahwa Allah itu wujud atau ada. Iman kepada Malikat, meyakini adanya makhluk Allah yang bernama Malaikat. Iman kepada Rasul, percaya adanya Rasul- rasul Allah yang menerima Wahyu dan mengajarkannya kepada umat manusia. Iman kepada Kitab- kitab Allah, meyakini kitab- kitab Allah yang di wahyukan kepada para Rasul. Iman kepada Qodo dan Qodar, meyakini bahwa apa yang terjadi adalah ketentuan Allah SWT. Iman kepada hari akhir, meyakini bahwa kehidupan tidak kekal, akan ada hari kiamat yang akan memusnahkan seluruh alam beserta isinya.

Ikhsan, adalah aspek ke tiga. Nabi pernah ditanya tentang apa itu ikhsan, dan Nabi menjawab : “ beribadahlah kamu kepada Allah, seakan-akan kamu berkomunikasi langsung atau melihat Allah. Dan jika kamu tidak dapat melihat Allah, maka yakinlah bahwa Allah melihat kita “.

( dikutip dari khutbah jum’at )

2 Response to Tiga Aspek Pembangun Ketaqwaan

April 25, 2008 at 2:57 AM
This comment has been removed by the author.
August 28, 2008 at 10:10 AM

terima kasih sharing info/ilmunya...
saya membuat tulisan tentang "Mengapa Pahala Tidak Berbentuk Harta Saja, Ya?"
silakan berkunjung ke:

http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/mengapa-pahala-tidak-berbentuk-harta.html

salam,
achmad faisol
http://achmadfaisol.blogspot.com/

Post a Comment