Apakah memang harus berakhir?

Sudah lama Panjul tidak terlihat, sampai akhirnya dia bertemu dengan aku. Wajahnya tetap seperti yang dulu, penuh dengan keceriaan. Senyum, canda, selalu ada pada sosok Panjul. Belum sempat aku menyapanya, Panjul langsung menyuruh aku duduk.

Dan dia pun mulai bicara, “Aku lagi ada masalah, dan aku pengen cerita ma kamu. Aku punya seorang teman, dan bisa di bilang sebagai sahabat. Tapi sekarang dia menghilang, tanpa kabar. Dua hari aku sms dia, tapi selalu gak sampai. Aku coba telphon, ternyata HPnya gak aktif. Aku gak tahu apa masalahnya, soalnya sehari sebelumnya dia sempet nelphon aku, dan semua baik- baik saja. Aku sempet berfikir ada apa-apa ma dia, aku sempet berfikir kalau dia sakit. Tapi kekhawatiran itu hilang setelah kemaren aku lihat dia, meskipun hanya sepintas. Aku bersyukur, karena dia ternyata baik-baik saja. Tapi yang sekarang jadi fikiran, kenapa dia menghilang dari aku? Kenapa dia gak aktifin nomor yang biasanya? Dia sempet bilang kalau punya dua nomor, tapi nomor yang satunya gak dia kasih tahu ma aku. Dia juga sempet bilang kalau dia punya kenalan baru, dan dia terlihat seneng. Apa mungkin sekarang dia lebih enak berteman denan teman barunya itu? Atau memang semua harus berakhir? Sudah tiga hari ini aku gak komunikasi ma dia, dan yang aku takutkan adalah putusnya tali silaturahmi. Tapi aku sudah mulai ikhlas, membiarkan dia terbang dengan sayapnya. Meski gak bisa di pungkiri, aku sangat merasa kehilangan. Kehilangan seorang sahabat, yang biasanya selalu ada meski hanya di sms. Tapi inilah dunia, gak ada yang abadi. Yang berawal, pasti akan berakhir. Dan mungkin inilah akhir dari semua pershabatan ini.”

Panjul menatapku, berharap ada tanggapan yang keluar dari mulutku. Tapi aku hanya diam, membisu dan menunduk. Aku tidak bisa menjawab semua pertanyaan Panjul, aku bahkan tidak bisa mengangguk atau menggeleng. Karena sekarang aku pun menghadapi masalah yang sama, karena sekarang dalam otakku ada sebuah tanya “Apakah memang harus berakhir?”.

2 Response to Apakah memang harus berakhir?

November 5, 2008 at 3:49 PM

om, tak kasih PR yah..

yah mau yah, yah, yah..

kunjungi blog saya atau klik disini ...

November 14, 2008 at 3:48 AM

susah yo de....

emg hidup adalah pilihan de...

klo g kita yg memilih, maka nasib yg

akan memilihkan buat kita..

semangat de...

^_^

gut luck KKN-e...

Post a Comment