Biarlah Aku yang pergi

Mengisi detik demi detik tanpa arti, mencoba menghindari apa yang ada dalam hati. Terpojok dalam terangnya siang, atau tenggelam bersama gelapnya malam. Sampai aku muak mencaci diri sendiri, dan menghancurkan jiwa yang terlunta.

Aku harus mampu berdiri, menghadapi keadaan yang tak berpihak. Menenggelamkan luka yang sebenarnya tak ada, meniadakan bercak yang memang tiada. Lantas membiarkan kamu tersenyum, dengan bahagia di baliknya. Meski aku tak tahu untuk apa senyum itu, atau untuk siapa senyum itu.

Aku memang tak tahu, dan biarlah aku tak tahu. Dan ijinkan aku pergi, meninggalkanmu yang tak lagi sendiri, melepasmu yang kini mampu terbang dengan sayap indahmu. Meski jasadku masih di sini, ada setiap kamu mau. Tapi jiwaku tak lagi bersamamu, tersadar dari mimpi dan sembunyi dari tatapmu.

Biarlah aku yang pergi, karena memang aku harus pergi. Membiarkannya mengisi hatimu, dan membahagiakan senyummu. Biarlah aku yang prgi, karena memang aku harus pergi. Menghapus jejak langkah yang dulu, lantas mengukirnya nanti. Biarkanlah aku pergi, karena memang aku harus pergi.

2 Response to Biarlah Aku yang pergi

Anonymous
March 20, 2009 at 1:37 AM

ya .. biarlah ia pergi .. itulah hidup datang dan bergi

June 24, 2009 at 11:29 PM

tetep.. abstrak... hahahaha... hanya manusia2 abstrak yang tau.. kwkwkwkw...

Post a Comment